Berikut ini adalah 10 masjid tertua di Indonesia, semua masjid-masjid ini dibangun di tanah air kita Indonesia. Beberapa masjid berikut berumur mulai dari sekitar 700-400 tahun.
1. Masjid Saka Tunggal (1288)
Masjid Saka Tunggal terletak di Desa Cikakak, kecamatan Wangon. Dibangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Guru Saka (Pilar Utama) masjid. Tapi tentang pembuatan masjid ini lebih jelas ditulis dalam buku-buku kiri oleh para pendiri masjid ini, antara lain Kyai Mustolih. Tapi buku-buku ini telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 rajab diadakan ziarah di masjid ini dan pembersihhan makam Kyai Jaro Mustolih.
Masjid ini terletak ± 30 km dari kota Purwokerto. Disebut "saka tunggal" karena pilar utama yang di gunakan sebagai penopang masjid ini hanya satu tiang (tunggal). Yang menurut bapak Sopani, salah satu pengurus masjid adalah bahwa pilar tunggal tersebut melambangkan ALLAH
Home » All posts
10 Masjid Tertua Di Indonesia
Sabtu, 22 Oktober 2011
Posted by
Langit
at
02.18
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Bangunan Toea
Indonesia Tempo Doeloe 1910-1915
Rabu, 19 Oktober 2011
Life in Batavia, Bandoeng, Bogor in 1910 and 1915.
Part 1 - 1910: Trip by car through Weltevreden. Groote Boom - Kali Besar - Glodok - Trip opiumkit - Pasar Baroe - Tanah Abang - Harmonie - Tanah Abang - Koningsplein.
Life in Batavia, Bandoeng, Bogor in 1910 and 1915.
Part 1 - 1910: Trip by car through Weltevreden. Groote Boom - Kali Besar - Glodok - Trip opiumkit - Pasar Baroe - Tanah Abang - Harmonie - Tanah Abang - Koningsplein.
Life in Batavia, Bandoeng, Bogor in 1910 and 1915.
Posted by
Langit
at
17.33
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Video Djadoel
Mobil RI 1 Bung Karno
Jumat, 12 Agustus 2011
"Seorang Presiden tidak punya mobil. Apa kata dunia."
Mungkin tidak terlalu berlebihan bila kata-kata iklan itu saya pinjam untuk mengawali tulisan kali ini.
Berdirinya sebuah Republik baru serta tampil perdananya seorang Presiden tentu membutuhkan berbagai atribut yang dapat mendongkrak kharisma serta wibawa sebuah negara baru. Indonesia sebagai negara yang baru berdiri kala itu tak lepas pula dari permasalahan diatas.
Posted by
Langit
at
15.17
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Boeng Karno
Pasar di Batavia Pertengahan Abad ke-17
Jumat, 29 Juli 2011
Oleh: Alwi Shahab
Batavia sejak masih bernama Sunda Kalapa telah banyak didatangi para pendatang. Gambar ini adalah sebuah pasar di Batavia yang letaknya kira-kira di muara Ciliwung, Pasar Ikan, Jakarta Utara. Bangunan disebelah kiri adalah sebuah toko Cina dalam gaya rumah seperti kini masih tampak di Kota (China Town). Dari kejauhan tampak benteng (kasteel) Batavia yang sekarang ini kira-kira berada di Jalan Tongkol, Jakarta Utara. Menyusuri Jl Tongkol, tempat benteng VOC pernah berada kita tidak mendapatkan secuilpun sisa-sisanya.
Batavia sejak masih bernama Sunda Kalapa telah banyak didatangi para pendatang. Gambar ini adalah sebuah pasar di Batavia yang letaknya kira-kira di muara Ciliwung, Pasar Ikan, Jakarta Utara. Bangunan disebelah kiri adalah sebuah toko Cina dalam gaya rumah seperti kini masih tampak di Kota (China Town). Dari kejauhan tampak benteng (kasteel) Batavia yang sekarang ini kira-kira berada di Jalan Tongkol, Jakarta Utara. Menyusuri Jl Tongkol, tempat benteng VOC pernah berada kita tidak mendapatkan secuilpun sisa-sisanya.
Posted by
Langit
at
23.00
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Kota Djaman Doeloe
Drs. Mohammad Hatta [2] Sebagai Tokoh Organisasi Dan Partai Politik
Kamis, 23 Juni 2011
![]() |
| Members of the Indische Vereeniging (1908) |
Keinginan dan semangat berorganisasi Bung Hatta makin terlihat sewaktu beliau mulai aktif di kelompok Indonesische Vereeniging yang merupakan perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia yang memikirkan dan berusaha memajukan Indonesia, bahkan dalam organisasi ini dinyatakan bahwa tujuan mereka adalah: "Kemerdekaan bagi Indonesia". Dalam organisasi yang keras dan anti penjajahan ini Bung Hatta makin tahan banting karena banyaknya rintangan dan hambatan yang mereka hadapi.
Posted by
Langit
at
23.37
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)




