Agustus 28, 2008 oleh alwishahab
Bung Karno, tampak khusuk berdoa kepada Allah SWT agar proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang baru saja ia proklamirkan berjalan langgeng dan rakyat Indonesia diberi kekuatan dalam mempertahankan kemerdekaannya. Bung Karno dengan memejamkan kedua matanya dan mengangkat kedua tangannya berdoa di kediamannya di Jl. Pegangsaan Timur (kini Jl. Proklamasi) 56, Jakarta Pusat. Doa di halaman muka kediamannya itu sekaligus sebagai tanda syukur kepada Tuhan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka setelah mengalami penjajahan lebih dari tiga abad.
Home » Posts filed under Boeng Karno
Tampilkan postingan dengan label Boeng Karno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boeng Karno. Tampilkan semua postingan
Bung Karno Berdoa Setelah Proklamasi
Minggu, 23 Oktober 2011
Posted by
Langit
at
07.13
1 comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Boeng Karno,
Sedjarah Proklamasi
Mobil RI 1 Bung Karno
Jumat, 12 Agustus 2011
"Seorang Presiden tidak punya mobil. Apa kata dunia."
Mungkin tidak terlalu berlebihan bila kata-kata iklan itu saya pinjam untuk mengawali tulisan kali ini.
Berdirinya sebuah Republik baru serta tampil perdananya seorang Presiden tentu membutuhkan berbagai atribut yang dapat mendongkrak kharisma serta wibawa sebuah negara baru. Indonesia sebagai negara yang baru berdiri kala itu tak lepas pula dari permasalahan diatas.
Posted by
Langit
at
15.17
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Boeng Karno
Bung Karno Sang Proklamator (2)
Selasa, 10 Mei 2011

Masa kemerdekaan
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr. Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. R
Posted by
Langit
at
10.29
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Bung Karno Sang Proklamator (1)
Ini adalah postingan pertama saya di blog Indonesia Tempo Doeloe. Dan saya merasa ada yang kurang kalau tidak saya awali dengan membahas tokoh yang satu ini. Yups, siapa lagi kalau bukan Ir. Soekarno, sang bapak proklamator Kemerdekaan Indonesia.
Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur 6 Juni 1901, meninggal di Jakarta 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun. Beliau adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945-1966. Beliau memainkan peranan yang sangat penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ir. Soekarno adalah penggali Pancasila, karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan beliau sendiri yang menamainya Pancasila. Ia adalah Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Posted by
Langit
at
09.09
1 comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)



