Oleh: Alwi Shahab
Batavia sejak masih bernama Sunda Kalapa telah banyak didatangi para pendatang. Gambar ini adalah sebuah pasar di Batavia yang letaknya kira-kira di muara Ciliwung, Pasar Ikan, Jakarta Utara. Bangunan disebelah kiri adalah sebuah toko Cina dalam gaya rumah seperti kini masih tampak di Kota (China Town). Dari kejauhan tampak benteng (kasteel) Batavia yang sekarang ini kira-kira berada di Jalan Tongkol, Jakarta Utara. Menyusuri Jl Tongkol, tempat benteng VOC pernah berada kita tidak mendapatkan secuilpun sisa-sisanya.
Home » All posts
Pasar di Batavia Pertengahan Abad ke-17
Jumat, 29 Juli 2011
Posted by
Langit
at
23.00
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Kota Djaman Doeloe
Drs. Mohammad Hatta [2] Sebagai Tokoh Organisasi Dan Partai Politik
Kamis, 23 Juni 2011
![]() |
| Members of the Indische Vereeniging (1908) |
Keinginan dan semangat berorganisasi Bung Hatta makin terlihat sewaktu beliau mulai aktif di kelompok Indonesische Vereeniging yang merupakan perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia yang memikirkan dan berusaha memajukan Indonesia, bahkan dalam organisasi ini dinyatakan bahwa tujuan mereka adalah: "Kemerdekaan bagi Indonesia". Dalam organisasi yang keras dan anti penjajahan ini Bung Hatta makin tahan banting karena banyaknya rintangan dan hambatan yang mereka hadapi.
Posted by
Langit
at
23.37
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Drs. Mohammad Hatta [3]
![]() |
| Rumah Laksamana Maeda |
Pada awal Agustus 1945, Panitia Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dengan Ir. Soekamo sebagai Ketua dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Ketua. Anggotanya terdiri dari wakil-wakil daerah di seluruh Indonesia, sembilan dari Pulau Jawa dan dua belas orang dari luar Pulau Jawa. Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mempersiapkan proklamasi dalam rapat di rumah Admiral Maeda (JI Imam Bonjol, sekarang), yang berakhir pada pukul 03.00 pagi keesokan harinya. Panitia kecil yang terdiri dari 5 orang, yaitu Ir. Soekamo, Bung Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti Malik memisahkan diri ke suatu ruangan untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan.
Posted by
Langit
at
23.37
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Drs. Mohammad Hatta [1]
Drs. H. Mohammad Hatta (populer sebagai Bung Hatta, lahir di Fort de Kock (kini Bukittinggi), Sumatera Barat, 12 Agustus 1902 adalah pejuang, negarawan, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Mohammad Hatta adalah nama salah seorang dari beribu pahlawan yang pernah memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Sosok Bung Hatta telah menjadi begitu dekat dengan hati rakyat Indonesia karena perjuangan dan sifatnya yang begitu merakyat. Besarnya peran beliau dalam perjuangan negeri ini sehingga beliau disebut sebagai salah seorang 'Bapak Bangsa Indonesia'. Bandar udara internasional Jakarta menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasanya sebagai salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia.
Posted by
Langit
at
23.36
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Bung Karno Sang Proklamator (2)
Selasa, 10 Mei 2011

Masa kemerdekaan
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr. Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr. Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. R
Posted by
Langit
at
10.29
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)




