Agustus 28, 2008 oleh alwishahab
Bung Karno, tampak khusuk berdoa kepada Allah SWT agar proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang baru saja ia proklamirkan berjalan langgeng dan rakyat Indonesia diberi kekuatan dalam mempertahankan kemerdekaannya. Bung Karno dengan memejamkan kedua matanya dan mengangkat kedua tangannya berdoa di kediamannya di Jl. Pegangsaan Timur (kini Jl. Proklamasi) 56, Jakarta Pusat. Doa di halaman muka kediamannya itu sekaligus sebagai tanda syukur kepada Tuhan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka setelah mengalami penjajahan lebih dari tiga abad.
Home » All posts
Bung Karno Berdoa Setelah Proklamasi
Minggu, 23 Oktober 2011
Posted by
Langit
at
07.13
1 comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Boeng Karno,
Sedjarah Proklamasi
PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (part 2)
Sabtu, 22 Oktober 2011
Detik-Detik Pembacaan Naskah Proklamasi
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri.
Di ruang depan, hadir B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri.
Di ruang depan, hadir B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Posted by
Langit
at
23.19
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Sedjarah Proklamasi
PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (part 1)
![]() |
| Ir. Soekarno (Bung Karno) membacakan naskah teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia |
Latar Belakang
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima, Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI),
Posted by
Langit
at
23.19
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Sedjarah Proklamasi
10 Masjid Tertua Di Indonesia
Berikut ini adalah 10 masjid tertua di Indonesia, semua masjid-masjid ini dibangun di tanah air kita Indonesia. Beberapa masjid berikut berumur mulai dari sekitar 700-400 tahun.
1. Masjid Saka Tunggal (1288)
Masjid Saka Tunggal terletak di Desa Cikakak, kecamatan Wangon. Dibangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Guru Saka (Pilar Utama) masjid. Tapi tentang pembuatan masjid ini lebih jelas ditulis dalam buku-buku kiri oleh para pendiri masjid ini, antara lain Kyai Mustolih. Tapi buku-buku ini telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 rajab diadakan ziarah di masjid ini dan pembersihhan makam Kyai Jaro Mustolih.
Masjid ini terletak ± 30 km dari kota Purwokerto. Disebut "saka tunggal" karena pilar utama yang di gunakan sebagai penopang masjid ini hanya satu tiang (tunggal). Yang menurut bapak Sopani, salah satu pengurus masjid adalah bahwa pilar tunggal tersebut melambangkan ALLAH
1. Masjid Saka Tunggal (1288)
Masjid Saka Tunggal terletak di Desa Cikakak, kecamatan Wangon. Dibangun pada tahun 1288 sebagaimana terukir di Guru Saka (Pilar Utama) masjid. Tapi tentang pembuatan masjid ini lebih jelas ditulis dalam buku-buku kiri oleh para pendiri masjid ini, antara lain Kyai Mustolih. Tapi buku-buku ini telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Setiap tanggal 27 rajab diadakan ziarah di masjid ini dan pembersihhan makam Kyai Jaro Mustolih.
Masjid ini terletak ± 30 km dari kota Purwokerto. Disebut "saka tunggal" karena pilar utama yang di gunakan sebagai penopang masjid ini hanya satu tiang (tunggal). Yang menurut bapak Sopani, salah satu pengurus masjid adalah bahwa pilar tunggal tersebut melambangkan ALLAH
Posted by
Langit
at
02.18
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Bangunan Toea
Indonesia Tempo Doeloe 1910-1915
Rabu, 19 Oktober 2011
Life in Batavia, Bandoeng, Bogor in 1910 and 1915.
Part 1 - 1910: Trip by car through Weltevreden. Groote Boom - Kali Besar - Glodok - Trip opiumkit - Pasar Baroe - Tanah Abang - Harmonie - Tanah Abang - Koningsplein.
Life in Batavia, Bandoeng, Bogor in 1910 and 1915.
Part 1 - 1910: Trip by car through Weltevreden. Groote Boom - Kali Besar - Glodok - Trip opiumkit - Pasar Baroe - Tanah Abang - Harmonie - Tanah Abang - Koningsplein.
Life in Batavia, Bandoeng, Bogor in 1910 and 1915.
Posted by
Langit
at
17.33
0
comments
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Labels:
Video Djadoel
Langganan:
Postingan (Atom)




